Rabu, 26 April 2017

Kolaborasi Musik diantara Cinta dan Sejarah

Musik adalah sarana untuk manusia bisa mengekspresikan apapun yang ada dalam hatinya. Mengenal musik bisa dari mana saja bahkan dari orang tua yang mewarisi apa musik kegemarannya kepada sang anak. Keahlian bermusik dapat menjadi nilai tambah bagi seseorang. Keahlian bermusik juga bisa menolong setiap orang yang ingin berjuang di hal lain. Sebut saja memperjuangkan cinta. Memperjuangkan cinta dari lawan jenis, sahabat atau teman bahkan negeri sendiri.

Cinta memang sesuatu hal yang dirasa dan tidak dapat dideskripsikan lewat apapun. Namun melalui musik, cinta dapat dimaknai sebagai suatu hal yang sakral dan dapat mengubah banyak hal di kehidupan. Lewat cinta pulalah musik dapat menjadi bukti bahwa sejarah itu pernah ada dan nyata.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa musik menjadi memori yang baik untuk menyimpan momen-momen penting bagi pelaku sejarah. Dengan adanya musik, kita dapat mengetahui musik itu dirilis kapan karena sejarah mencatatnya. Musik seperti apa yang pernah ngetrend di masanya. Itu semua menjadi bukti bahwa musik, cinta dan sejarah itu saling berkorelasi.

Sayangnya, saat ini banyak masyarakat lupa akan esensi musik Indonesia. Masyarakat terlalu melirik rumput tetangga yang lebih hijau dan musiknya lebih bervariasi sebagai pilihan untuk didengar. Itu menyebabkan musik di negeri ini sudah tidak lagi menjadi hal yang berada di posisi tertinggi di negeri ini. Banyak musik tradisioal sudah tersingkirkan oleh musik-musik internasional yang lebih beragam. Contohnya saja, keberagaman musik jawa tergabtikan dengan adanya keberagaman musik pop dari barat. Sebaliknya, musik jawa lebih diapresiasi di negara orang dibanding negeri ini.

Masyarakat tidak sadar bahwa musik di Indonesia pernah hadir sebagai alat sindiran kepada Belanda dan Jepang yang berkuasa di Indonesia saat belum merdeka. Ismail Marzuki adalah lakon dibalik layar tentang musik dan perjuangan memperoleh kemerdekaan. Sejarah menunjukkan bahwa Ismail Marzuki menjadi pemusik sekaligus pejuang yang tak pernah lelah bermusik demi mencapai kemerdekaan.

Mencintai memang tidak harus memiliki tapi, setidaknya Kecintaan pada Indonesia memaksa seorang Ismail Marzuki memimiki Indonesia sebagai tempat dam sejarahnya. Dunia musik dan tanah air yang ditunjukkan oleh Ismail Marzuki bisa dijadikan contoh atau teladan bagi pemuda-pemudi Indonesia bahwa apapun hal yang kita cintai dapat menjadi penolong kita untuk memajukan negeri ini.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar