Meningkatnya
kemampuan berbahasa asing masyarakat di era globalisasi. Era globasasi
membuat kehidupan manusia menjadi lebih kompleks. Manusia dituntut untuk
menjadi serba bisa dan bisa diandalkan. Tak heran jika manusia berusaha keras
untuk bisa menjadi berbeda satu sama lain, sehingga manusia belajar banyak hal.
Contohnya, mereka mengambil kelas tambahan atau program tambahan bahasa asing.
Bahasa asing merupakan nilai tambah untuk seseorang yang ingin dapat bertahan
di derasnya arus persaingan di era globalisasi.
Dari hasil observasi yang saya lakukan, menunjukkan
bahwa 80% menyatakan bahwa bahasa asing sangat menunjang kehidupan kita
sebagai manusia di era globalisasi ini. Hal itu didukung oleh sebagian besar
koresponden pernah mengambil program bahasa asing. Bahkan di era globalisasi pembalajaran bukan hanya melalui buku atau kelas formal. Namun juga dari berbagai sumber, seperti internet, youtube, film, musik dan media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa era globalisasi membentuk manusia-manusia yang fasih dalam berbagai bahasa.
Peningkatan kemampuan bahasa asing di era globalisasi
telah didukung dengan adanya internet, sehingga siapapun dapat mengakses dunia
pembelajaran berbahasa asing lebih cepat dan fleksibel. Bahkan seseorang dapat
terhubung dengan native speaker
secara mudah setiap hari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya orang-orang yang percaya diri berbicara dan mengambil tes kemampuan bahasa asing (seperti TOEFL dan IELTS) dengan bermodalkan keberanian dan tekad tanpa adanya persiapan di kelas formal.
Dari buku Human Development (Thomas Crandell 2010:141), Bahasa memiliki dua fungsi dalam kehidupan. Yang
pertama Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi dari seseorang ke orang lain
dan kedua, bahasa adalah fasilitas manusia untuk berpikir dalam kehidupannya. Bahasa menjadi
jembatan untuk penyampaian informasi, ide, perilaku dan emosi seseorang kepada
orang lain. Tapi di sisi lain bahasa digunakan dalam berpikir, berpikir untuk membantu manusia menerima masa lalu dan mengantisipasi masa
depan sehingga terbentuk pola pikir. Karena bahasa dapat membentuk pola pikir dan pola pikir dapat membentuk
bahasa. Maka, era globalisasi dimana
semua manusia mempelajari bahasa asing sebanyak-banyaknya dapat membentuk suatu
pola pikir baru yang berbeda dari generasi sebelumya.
Kehidupan manusia di era globalisasi menyebabkan
perubahan dari masa terdahulu. Dulu manusia berusaha keras untuk belajar
sesuatu dari cara tradisional. Namun, saat ini kebanyakan manusia
mempelajarinya dengan cara cepat, mudah dan efektif dan cara yang lebih modern. Manusia membuat dunia
semakin mudah dijangkau. Globalisasi bukanlah tantangan yang harus dilalui tapi jadikan globalisasi sebagai kesempatan untuk memiliki kemampuan lebih.
DAFTAR PUSTAKA:
Crandell, dkk Thomas. 2010. Human Development. New York: Mc Graw Hill.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar