Jumat, 20 Januari 2017

Benci Untuk Mencinta

Setelah lama tidak produktif di Blog ini. Saatnya kembali untuk menjadi produktif melalui tulisan-tulisan sederhana. Bertujuan untuk menorehkan gagasan, pemikiran dan cara pandang yang saya pahami. Dan kesepakatan saya bersama Fevie Mandariz untuk saling bertukar topik yang sudah kami berikan di bulan lalu. Jadi, saya mendapatkan topik yang saya berikan kepada fevi bulan lalu. Saya sekarang harus menulis tentang topik : CInta dan Benci.
Judul diatas merupakan salah satu judul lagu dari Naif dirilis pada tahun 2005 yang menginspirasi saya untuk menulis topik ini, kenapa saya memilih judul tersebut? Karena menggambarkan keadaan sebenarnya ðŸ™‚
Someone doesn’t have any reason to hate or love the other. Begitulah yang saya pahami untuk mendeskrisikan keduanya. Walaupun dua-duanya memang berbeda. Namun, keduanya sama-sama tidak memiliki alasan sebagai pondasi seseorang untuk memiliki rasa benci atau cinta kepada orang lain.
Dalam pengalaman saya, mencintai bukan berarti kita tidak harus membenci. Begitu pun sebaliknya. Kita boleh mencintai seseorang yang menurut kita itu orang yang sempurna. Bahkan kesalahannya pun kita anggap sebagai kelebihannya. Namun, disisi lain kita harus sadar dia yang begitu kita cintai juga manusia biasa yang tak luput dari salah. Masih tidak membencinya? Toh rasa benci yang kita timbulkan bisa jadi akan mengubahnya untuk menjadi lebih baik.
Sebaliknya, ketika kita membenci seseorang jangan lupa bahwa mereka juga tidak 100% salah dan selalu salah. Mereka juga masih memiliki hati dan otak yang membuat mereka untuk berbuat kebaikan. Masih membenci mereka? Cobalah berpikir sekali lagi untuk membencinya.
Lantas apakah kita harus membenci dan mencintai semua orang? Iya. Membenci hal-hal negatif dan mencintai hal-hal positif dari mereka. Itu sesutau yang sulit. Tapi jangan pernah bosan untuk selalu mencobanya.
Kita akan menyesal terlalu membenci atau terlalu mencintai seseorang ketika mereka pergi.Only know you love her when you let her go” (Let Her Go-Passenger 2012)

Senin, 02 Januari 2017

Bumerang Waktu

Waktu itu dibagi menjadi 3 kalo kita lihat di grammar (English). Past, Present and Future. Ketiganya saling berkaitan satu sama lain. Ketiganya juga sangat erat dengan kehidupan kita. But let me explain more specific about those.
  • Past (Masa lalu), mengajari kita tentang sejarah kehidupan kita. Apapun yang kita dapat dari masa lalu akan berdampak kepada siapa diri kita hari ini. We don’t need to forget what we did in the past. Yang perlu kita lakukan adalah, lupakan hal-hal yang menyakitkan (tapi jangan lupakan hikmahnya). Ingatlah hal-hal yang menyenangkan and let it be golden memories in our mind. Hal-hal yang menyenangkan akan membuat kita berpikir untuk berusaha mendapatkan hal-hal itu lagi dan lagi (penyemangat).
  • Present (Masa Sekarang), mengingatkan kita bahwa apa yang kita lakukan saat ini akan berdampak pada apa yang harus kita bayar dimasa depan. Ada karma yang harus kita terima. Dan masa depan kita itu terbentuk dari apa yang kita lakukan saat ini. Di sisi lain, masa sekarang adalah tempat yang pas untuk memperbaiki apa kesalahan kita di masa lalu. Sesalah apapun kita di masa lalu pasti masih bisa diperbaiki di saat ini. Saya pikir, yang bisa kita lakukan di masa sekarang, berusaha atau menyerah. Mengusahakan apapun keinginan kita atau membiarkan semua keinginan kita hanya menjadi sampah yang terbuang sia-sia. Itu semua pilihan, dan setiap pilihan membawa konsekuensinya masing-masing.
  • Future (Masa Depan), mengingatkan kita bahwa kehidupan itu memiliki sebuah harapan dan cita-cita. Semua itu sebagai motivasi kita untuk bangun setiap pagi, menjalani hari-hari kita, dan membuat kita bersemangat jika kita sedang di kondisi terpuruk.
Jika saya tarik kesimpulan, tiga hal diatas menjadi note penting di kehidupan saya. Saya sadar, apapun keinginan saya di masa lalu tidak akan berhasil di masa mendatang jika saya tidak melakukan hal terbaik di masa sekarang. Sebuah harapan dan cita-cita akan terjawab jika bumerang waktu siap menjawabnya.
Tak usah mempertanyakan kapan do’a dipanjatkan. Do’a itu hal yang paling penting, tidak bisa ditebak dan diduga. Oleh karena itu, panjatkan do’a disetiap waktu. Dan do’akan semua kejadian agar membawa keberkahan. Karena sebaik apapun kita mengatur waktu kita di dunia. Jika Tuhan siap memanggil maka kita harus siap menemui-Nya. Jika kehidupan kita penuh berkah, maka bersiaplah untuk menjadi penghuni surga. Aamiin
Seperti semua yang sudah terjadi di kehidupan saya. Dulu saya memiliki mimpi untuk menjadi A, B dan C. Seiringnya waktu beberapa menjadi sampah mimpi yang sia-sia dan lainnya ada yang sudah terwujud. Terwujud karena saya mengusahakannya ditambah iringan do’a dan lainnya menjadi sia-sia karena usaha yang kurang luar biasa ditambah kesalahan saya di masa lalu. Tapi kesalahan apapun yang pernah saya lakukan. Saya selalu mendoakannya agar menjadi keberkahan.
The topic (Bumerang Waktu) was given by Fevi Hayu Mandariz