A. Kalimat Majemuk Setara
1. Kalimat majemuk setara penggabungan (dan, lagi, bersama, sesudah itu)
contoh: Bahasa merupakan alat untuk penyampaian pesan dan pengekpresian diri.
2. Kalimat majemuk setara pertentangan (tetapi,sedangkan,melainkan,namun)
contoh: Bahasa digunakan manusia sejak zaman dahulu namun zaman dahulu manusia belum memiliki aturan bahasa resmi.
3. Kalimat majemuk setara pemilihan (atau)
Contoh: Ketika kita berbicara dengan teman kita, kita bisa menggunakan bahasa informal atau bahasa yang lebih santai demi terciptanya keakraban.
4. Kalimat majemuk setara penguatan (bahkan)
Contoh: Bahasa digunakan manusia sejak zaman dahulu bahkan sejak zaman dimana manusia belum memiliki aturan bahasa resmi.
B.kalimat majemuk bertingkat
Kalimat yang menggabungkan 2 kalimat tunggal atau lebih, yang masing-masing kalimat memiliki kedudukan yang berbeda (induk kalimat dan anak kalimat).
1.kalimat majemuk hubungan waktu (sejak, ketika, saat)
contoh: manusia memulai menggunakan bahasa sejak manusia lahir ke dunia.
2.kalimat majemuk bertingkat hubungan penyebab (sebab,karena)
contoh : Alasan manusia memakai bahasa salah satunya karena manusia menginginkan proses komunikasi berjalan lancar.
3.kalimat majemuk bertingkat hubungan akibat (hingga,sehingga,maka)
contoh: Nyatanya orang tua zaman sekarang mengajari anaknya banyak bahasa sehingga seorang anak mampu berbagai macam bahasa (polygot).
4.kalimat majemuk bertingkat hubungan syarat (jika,asalkan,apabila)
contoh: Manusia boleh saja menguasai banyak bahasa jika dia bijak dan mengerti waktu untuk menggunakan bahasa-bahasa tersebut.
5.kalimat majemuk bertingkat hubungan perlawanan (meskipun, walaupun)
contoh: Manusia saat ini membuat bahasa menjadi lebih bervariasi walaupun hal tersebut dapat merubah esensi makna bahasa tersebut.
6.kalimat majemuk bertingkat hubungan pengandaian (seandainya,andaikata)
contoh: seseorang dapat menggunakan banyak bahasa dalam komunikasinya sehari-hari seandainya orang tersebut terbiasa dan terus berlatih untuk menggunakan bahasa-bahasa itu.
7.kalimat majemuk bertingkat hubungan tujuan (agar, supaya, untuk)
contoh:Di era globalisasi saat ini manusia memang dituntut untuk memiliki kemampuan berbahasa yang baik agar mampu bertahan di derasnya arus persaingan.
8.kalimat majemuk bertingkat hubungan perbandingan (ibarat,seperti,bagaikan,laksana)
contoh: Orang-orang yang mampu banyak bahasa ibarat kuah soup yang memiliki sayur yang beragam.
9.kalimat majemuk bertingkat hubungan pembatasan (kecuali, selain)
contoh: Semua bahasa mudah untuk dipelajari kecuali bahasa hati
Moh Ajuk Alif Furqon
(201610040311041)