Rabu, 29 Maret 2017

Contoh Kalimat Majemuk Setara dan Kalimat Majemuk Bertingkat

Kata: Bahasa

A. Kalimat Majemuk Setara

1. Kalimat majemuk setara penggabungan (dan, lagi, bersama, sesudah itu)
contoh: Bahasa merupakan alat untuk penyampaian pesan dan pengekpresian diri.
2. Kalimat majemuk setara pertentangan (tetapi,sedangkan,melainkan,namun)
contoh: Bahasa digunakan manusia sejak zaman dahulu namun zaman dahulu manusia belum memiliki aturan bahasa resmi.
3. Kalimat majemuk setara pemilihan (atau)
Contoh: Ketika kita berbicara dengan teman kita, kita bisa menggunakan bahasa informal atau bahasa yang lebih santai demi terciptanya keakraban.
4. Kalimat majemuk setara penguatan (bahkan)
Contoh: Bahasa digunakan manusia sejak zaman dahulu bahkan sejak zaman dimana manusia belum memiliki aturan bahasa resmi.

B.kalimat majemuk bertingkat

Kalimat yang menggabungkan 2 kalimat tunggal atau lebih, yang masing-masing kalimat memiliki kedudukan yang berbeda (induk kalimat dan anak kalimat).

1.kalimat majemuk hubungan waktu (sejak, ketika, saat)
contoh: manusia memulai menggunakan bahasa sejak manusia lahir ke dunia.
2.kalimat majemuk bertingkat hubungan penyebab (sebab,karena)
contoh : Alasan manusia memakai bahasa salah satunya karena manusia menginginkan proses komunikasi berjalan lancar.
3.kalimat majemuk bertingkat hubungan akibat (hingga,sehingga,maka)
contoh: Nyatanya orang tua zaman sekarang mengajari anaknya banyak bahasa sehingga seorang anak mampu berbagai macam bahasa (polygot).
4.kalimat majemuk bertingkat hubungan syarat (jika,asalkan,apabila)
contoh: Manusia boleh saja menguasai banyak bahasa jika dia bijak dan mengerti waktu untuk menggunakan bahasa-bahasa tersebut.
5.kalimat majemuk bertingkat hubungan perlawanan (meskipun, walaupun)
contoh: Manusia saat ini membuat bahasa menjadi lebih bervariasi walaupun hal tersebut dapat merubah esensi makna bahasa tersebut.
6.kalimat majemuk bertingkat hubungan pengandaian (seandainya,andaikata)
contoh: seseorang dapat menggunakan banyak bahasa dalam komunikasinya sehari-hari seandainya orang tersebut terbiasa dan terus berlatih untuk menggunakan bahasa-bahasa itu.
7.kalimat majemuk bertingkat hubungan tujuan (agar, supaya, untuk)
contoh:Di era globalisasi saat ini manusia memang dituntut untuk memiliki kemampuan berbahasa yang baik agar mampu bertahan di derasnya arus persaingan.
8.kalimat majemuk bertingkat hubungan perbandingan (ibarat,seperti,bagaikan,laksana)
contoh: Orang-orang yang mampu banyak bahasa ibarat kuah soup yang memiliki sayur yang beragam.
9.kalimat majemuk bertingkat hubungan pembatasan (kecuali, selain)
contoh: Semua bahasa mudah untuk dipelajari kecuali bahasa hati

Moh Ajuk Alif Furqon
(201610040311041)

Kata, Frasa dan Hipotesa

Kata
Bahasa

Frasa
Mahasiswa berbahasa Inggris

Hipotesa
Peningkatan kemampuan mahassiwa dalam berbahasa inggris di dunia globalisasi meningkat.

Data
Bahasa merupakan alat untuk penyampaian pesan dan pengekpresian diri. Di era globalisasi ini kemampuan bahasa inggris mahasiswa meningkat karena ditunjang dengan adanya fasilitas internet. Disamping itu, kesadaran mahasiswa untuk kemampuan bebrabahas juga semakin meningkat. Sedangkan, dilihat dari antusias mahasiswa untuk memperdalam kemampuan berbahasa inggris dapat dilihat dari seringnya penggunaan internet untuk membangun kemampuan berbahasa inggris. Bahkan dari segi kuantitas mahasiswa yang ambil jam tambahan bahasa inggris di beberapa tempat kursus bahasa inggris mengindikasikan bahwa mahasiswa sadar akan pentingnya kemampuan berbahasa inggris. Karena jumlah mahasiswa yang mengambil program semakin waktu semakin meningkat. Sejak globalisasi muncul, manusia dituntut untuk menjadi lebih dalam segala aspek. Sehingga mahasiswa juga sadar bahwa kewajibannya bukan hanya belajar jurusan yang ia ambil tapi juga sadar untuk membangun kemampuannya dalam hal lain. contohnya saja, dalam hal berbahasa. Mahasiswa melakukan eksplor diri di bidang lain agar ia mampu bertahan di derasnya arus persaingan globalisasi. Jika mahasiswa mampu banyak hal maka ia akan mudah mendapatkan kesempatan ibarat undangan, undangan itu akan datang dengan sendirinya tanpa ditunggu dan diantar.

Moh Ajuk Alif Furqon
(201610040311041)

Sabtu, 18 Maret 2017

Indonesia in My Eyes

Indonesia itu beraneka ragam, ragam kebudayaan, bahasa, makanan dan ragam cinta kasih. Indonesia itu negara kepulauan. Walau saling jauh, tapi satu pulau dan pulau lainnya saling membutuhkan dan mensupport. Kali ini merupakan postingan saya untuk memenuhi tantangan dari Hayati Nur. "Indonesia di mata Saya". Semoga suka.

Balik lagi, Indonesia itu unik dan keren. Kenapa unik? negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dapat memberikan ruang dan menghormati 4 agama lain yang dipercaya di negara ini. Kenapa keren? negara dengan SDA yang melimpah membuat Indonesia dilirik banyak WNA untuk membangun bisnis dan mengeksplore alam Indonesia (terutama dalam bidang pariwisata).

Tapi di sisi lain, Indonesia sedang dilanda krisis karakter. Krisis karakter itu berdampak pada hasil SDM yang dihasilkan oleh Indonesia, parahnya ada beberapa orang yang duduk di kursi kekuasaan juga hasil dari krisis karakter. Hal itu membuat Indonesia menjadi negara yang selalu berkembang, tidak maju-maju. Mana bisa maju kalau korupsi masih menjadi trend. Mana bisa maju kalau kehidupan muda-mudinya hanya memikirkan asik-asiknya aja. Mana bisa maju kalau pemikiran tentang pendidikan hanya sebagai kejar title dan kurang mengetahui esensi pendidikan.

Seperti apapun Indonesia saat ini, saya masih mencintai Indonesia. Di negara ini saya lahir dan dibesarkan. Di negara ini saya mengenal apa itu cinta, kasih, benci, sedih dan bangga. Di negara ini saya mengenal bahwa cinta harus diperjuangkan. Walau suatu saat, kita harus merelakan apa yang kita cintai itu pergi atau kita duluan yang harus pergi dan meninggalkan yang kita cintai.

Share and comment guys. Terima Kasih.

Jumat, 17 Maret 2017

Terbang-terbang

Postingan kali ini merupakan request-an dari salah seorang FA wanna be, Ihsan Winalda Putra Rambe. As you know, we have the same dream, to be Flight Attendant. He asked me to write about FA. Ok, request accepted. hahaha

Pertama-tama mungkin flashback ke belakang ketika dulu masih kecil saya memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pilot. Pilot is the greatest dream that I had at that time. I was thinking that Pilot is one of the precious job. A Pilot can go travelling and visit all the great cities in the world. Tapi seiringnya waktu cita-cita itu berubah. Dapat saya katakan perubahan cita-cita tersebut karena fisik saya yang tidak mendukung ditambah beberapa pihak tidak merestui saya melanjutkan di pendidikan penerbang. Tapi itu bukan hal yang menjadi masalah bagi saya. Mungkin memang Tuhan sudah merencakan hal lain yang lebih indah di lembaran cerita kehidupan saya.

Tepatnya tahun 2013 ketika saya mencari cerita-cerita inspiratif seorang Pilot di google, Sistem pencarian menampilkan blog yang berisi tentang kehidupan pramugari yang dibungkus dengan cara yang unik dan lucu (You can visit radinnanandakita.blogspot.co.id). Kak Radinna adalah seorang blogger, waktu itu dia bekerja sebagai Cabin crew di Lion air. Isi dari blognya merupakan sekumpulan cerita kehidupannya sebagai seorang FA. blog tersebut yang membius saya untuk kepo tentang kehidupan yang dimiliki oleh FA lebih dalam. Hampir semua postingan sudah saya baca.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari proses kepoin kehidupan FA tersebut. Saya mulai mengetahui bahwa ada beberapa positive things, mulai dari bagaimana menjadi seorang penyelamat pertama. Walaupun keselamatan sebagai seorang FA sangat riskan dengan resiko tinggi. Namun, mereka harus memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang mereka selama penerbangan. Di sisi lain, mereka bisa menjadi pembelajar paling cepat disegala situasi. Baik situasi normal atau situasi buruk. Karena itu memang tugas mereka sebagai garda terdepan dari sebuah maskapai untuk memastikan segalanya berjalan dengan baik dalam cabin selama penerbangan.

Walaupun kehidupan sebagai FA kadang dianggap glamour dan suka hura-hura, namun itu bukan berarti semua seperti itu. Namun, memang kehidupan yang glamour sering banyak godaan dan rintangan. Bagi saya, profesi apapun ada rintangan untuk menjadi tidak baik. Tergantung orangnya, Begitu pula menjadi seorang mahasiswa. Godaan iman ada dimana-mana harus pintar mencari teman dan pasangan, Jika tidak, jadilah manusia tanpa arah dan tujuannya.

Itu yang bisa saya share kali ini semoga bermanfaat dan jangan lupa komen di kolom komentar:)

Kamis, 02 Maret 2017

Wanita Yang Patut Diperjuangkan

Selamat pagi, kesempatan kali ini saya ditantang oleh rekan menulis saya bang Susian Nurcahyana untuk menuangkan pikiran saya tentang "wanita yang patut diperjuangkan". FYI, I have written about woman on my wordpress (Perempuan). Jika bicara tentang wanita lebih jauh lagi pertama saya akan melihat dari seseorang yang telah berjasa dalam hidup saya, yaitu Mama saya sendiri. Sebagai seorang anak laki-laki tunggal tak menutup kemungkinan saya akan mencari sesosok wanita yang hampir mirip dengan mama saya. Tak hanya dari segi fisik, namun juga dari segi pemikiran dan sifat atau watak. Mungkin mama saya bukan seorang yang sempurna. Masih banyak kekurangan yang beliau miliki. Itu tugas saya untuk mencari yang lebih baik dari beliau. Saya pun percaya seorang Mama akan ikhlas jika anak tunggalnya berada di tangan wanita yang tepat,

Jika dikasih pilihan tentang wanita seperti apa yang patut untuk diperjuangkan, jawabannya adalah wanita yang mengajak saya menuju surga bersama. Saya berharap wanita yang saya perjuangkan tersebut juga mengharapkan hal yang sama. Menuju surga bersama-sama. Dia boleh cantik, pintar, sukses dan lain sebagainya. Namun yang pasti dia juga harus menjadi wanita yang mampu memberikan ketenangan bagi pasangannya. Ketenangan saya maksud seperti ketika saya gagal, down dan berada di posisi terpuruk. Dia akan membantu membangun semangat saya untuk berjuang kembali. Toh, wanita memang kodratnya adalah penyeimbang bagi seorang laki-laki.

Apakah sudah menemukan wanita yang patut diperjuangkan? 

Boleh jadi sudah, namun saya dengannya belum memiliki hubungan apa-apa. Hanya sebatas teman, dan tak lebih, Kami memang lebih nyaman seperti ini. Jika memang dia adalah jodoh saya, Tuhan pasti mempertemukan kami di hari yang dinanti-nanti. Sudahlah, saya sudah hampir berkepala dua. Bukan anak ingusan yang masih galau tentang kehidupan cintanya. Yang pasti tugas saya sekarang adalah memantaskan diri saya agar pantas juga untuk dia perjuangkan.

As a Man I know that in the future there will be a lot of choices, and I have to make sure that I choose the best of choices.

Personal Branding

Setiap manusia memiliki cara tersendiri dalam menjalani kehidupannya di dunia. satu dengan lainnya tak mungkin memiliki kehidupan yang sama. Mungkin ada beberapa hal yang memiliki kemiripan cerita dan alurnya, tapi dapat dipastikan ada hal lainnya yang membuat mereka berbeda. Manusia diciptakan Tuhan untuk menjalani kehidupan sesuai dengan cerita yang mereka inginkan. Bahkan seperti apakah mereka dikenal pun tak luput dari hak semua orang. Setiap orang memiliki hak untuk dikenal sebagai siapa, seperti apa dan bagaimana orang melihatnya. Jika saya boleh katakan personal branding merupakan cara untuk kita memperkenalkan seperti apa kita. Apa yang membuat kita berbeda dengan orang lain dan kehidupan kita yang mungkin bisa menjadi motivasi untuk orang lain.

Setiap orang membranding personalnya melalui cara mereka sendiri-sendiri. Bahkan kadang kita tak sadar apa yang kita lakukan setiap hari adalah cara branding kita kepada orang lain. Terlebih lagi ketika saat ini teknologi semakin maju dan berkembang pesat. Perkembangan itu membentuk kita menjadi selalu ingin menonjolkan siapa diri kita pada publik. Manusia dituntut untuk selalu eksis dan melaporkan seperti apa kehidupan mereka.

Dulu personal branding hanya bisa kita tujukan kepada orang-orang khusus (dunia kerja/karir). Namun saat ini, siapapun bisa membranding personalnya melalui media sosial mereka. Hal ini bisa berdampak positif jika kita melihat dari segi positif. Contohnya, kita tak perlu menjelaskan panjang lebar siapa diri kita pada banyak orang secara langsung, cukup suruh mereka melihat media-media sosial yang kita miliki. Walaupun tak semua media sosial pantas dijadikan sebagai patokan untuk mengetahui secara mendalam siapa orang-orang itu sebenarnya. Tapi paling tidak, beberapa hal sudah tergambar dari proses stalking tersebut.

Dari segi negatif, orang-orang yang berlomba untuk membranding di sosial media kadang lupa akan esensi dari sebuah personal branding, Mereka hanya menunjukkan siapa mereka melalui sosial media. Mereka lupa untuk membranding siapa mereka di dunia nyata. Bisa jadi mereka di dunia nyata bukanlah merekad di sosial media mereka.

This topic was given by Nur Hayati. Thx for Susian NurcahyanaFevie Hayu Mandariz and for all the people who helped me to write this topic.